Besok Pemkab Lebong Mulai Terapkan E-Absensi

Memasuki era digital dan kemajuan teknologi, Kabupaten Lebong tak henti-hentinya berinovasi untuk mempermudah kinerja dan mempermudah dalam pengawasan. Salah satunya, E-absensi (Elektronik Absensi), yang dapat digunakan dengan mesin finger print yang telah terpasang di masing-masing OPD. Para pegawai juga bisa absen menggunakan HP androidnya masing-masing dengan deteksi wajah melalui aplikasi SIAP (Sistem Informasi Absensi Pegawai) yang bisa diunduh melalui aplikasi Playstore.  E-absensi ini akan diberlakukan mulai Selasa besok, 1 September 2020.

Dengan demikian, dipastikan para ASN tidak perlu lagi repot-repot antri untuk absen di finger print yang terpasang hanya 1 di setiap OPD nya. E-Absensi ini tidak hanya diberlakukan kepada para ASN, tapi juga diberlakukan kepada seluruh THLT (Tenaga Harian Lepas Terdaftar) yang berada di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Lebong.

Dikatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebong, H. Mustarani Abidin, SH., M. Si, dengan diterapkannya sistem elektronik absensi yang terkoneksi dengan aplikasi android, para pegawai tidak bisa lagi memanipulasi kehadirannya karena bisa dipantau secara real time oleh admin induk yang berada di Lebong Comand Center (LCC).

“Dengan elektronik absensi ini para pegawai tidak bisa lagi memanipulasi kehadirannya dan juga mereka (pegawai, red) bisa dipantau secara real time oleh admin induk yang berada di LCC. Mereka (pegawai, red) bisa absen menggunakan HP android masing-masing dengan radius sekira 50 meter dari pusat kantornya,” kata Sekda.

Lebih jauh Sekda menjelaskan, bukan hanya E-absensi, bulan depan (Oktober, red) Pemerintah Kabupaten Lebong juga akan menerapkan system aplikasi E-Kinerja untuk mengetahui kinerja pegawainya yang diberi nama SIKAP (Sistem Informasi Kinerja Pegawai), dan juga akan menerapkan E-TPP untuk penghitungan TPP yang diberi nama Sitampan (Sistem Informasi Tambahan Penghasilan).

“Untuk E-Kinerja dan E-TPP kita akan terapkan bulan depan (Oktober, red), kita masih dalam tahap penyempurnaan data dan regulasi,” tandasnya. (YF)