Proyek Jalan Mangkurajo, Pemkab Kantongi Restu Kementerian LHK RI

Proyek pembangunan dan peningkatan jalan di Desa Mangkurajo Kecamatan Lebong Selatan Kabupaten Lebong sempat terhenti, karena masih terkendala izin dan belum adanya perjanjian kerjasama (PKS) antara Pemkab Lebong dengan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA). Karena ada beberapa titik lokasi pembangunan, masuk dalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA). Tepatnya Kamis (8/10/2020) akhirnya pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia, merestui dan mendukung Pemkab Lebong untuk melaksanakan pembangunan jalan lingkar Mangkurajo tersebut.

Hal tersebut dibenarkan Sekda Lebong Mustarani Abidin yang juga memimpin rombongan Pemkab Lebong menjemput bola untuk mendapatkan rekomendasi dari Kementerian LHK RI, untuk terlaksananya penandatanganan PKS dengan pihak BKSDA. Apalagi
Proyek pembangunan jalan senilai Rp 10,7 miliar itu sempat terhambat, sedangkan masa akhir kontrak yang terus berjalan.

“Karena rekomendasi belum keluar, saya berinisiatif bersama OPD teknis mendatangi Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian LHK RI. Akhirnya rekomendasi sudah kita kantongi, dan ini menjadi dasar kita untuk melanjutkan pembangunan,” ungkap Mustarani via telepon karena masih berada di Jakarta Kamis (8/10/2020) sore.

Dijelaskan Mustarani, berdasarkan hasil pembahasan pihaknya di Kementerian LHK RI, ternyata pihak Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian LHK, sebelumnya sudah merekomendasikan BKSDA untuk melaksanakan PKS dengan Pemkab Lebong sejak tanggal 24 September lalu.

Kemudian, lanjutnya, Kementerian LHK RI memberikan rekomendasi, untuk peningkatan dan pemeliharaan jalan eksisting dan infrastruktur penunjang lainnya di dalam kawasan TWA Danau Tes, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, dengan total panjang sekitar 4.700 meter, meliputi ruas jalan lingkar Mangkurajo link 2 sepanjang 2.074 meter, Lebar maksimal 8 meter dengan lebar badan jalan 6 meter. Kemudian ruas jalan Sukasari- Trans Mangkurajo atau link 3 sepanjang 2.626 meter, lebar maksimal 10 meter dengan lebar badan jalan 6 meter.

“Memang Komunikasi dan koordinasi ke pusat itu penting, salah satunya seperti rekomendasinya Kementerian LHK yang sudah lama keluar tapi gak turun-turun, untung saja kita cek langsung,” bebernya.

Dijelaskan Mustarani, berdasarkan data dalam surat rekomendasi Dirjen Konservasi dan SDA Kementerian LHK RI. Sejumlah catatan penting yang harus diperhatikan Pemkab Lebong dalam melaksanakan pembangunan di kawasan TWA Danau Tes. Seperti rehabilitasi kawasan, perlindungan pengamanan kawasan dan keanekaragaman hayati, pencegahan kebakaran hutan, pemberdayaan masyarakat dan pengembangan wisata alam dan catatan lainnya.

“Sesuai rekomendasi Kementerian LHK, maka setelah pulang dari Jakarta kita akan langsung ke BKSDA Provinsi Bengkulu untuk segera jalin PKS,” demikian Mustarani.

Sumber : http://pedomanbengkulu.com/2020/10/proyek-jalan-mangkurajo-pemkab-kantongi-restu-kementerian-lhk-ri/